Dampak prematuritas akibat preeklamsia pada ibu hamil

Authors

  • Mariyani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara Jakarta
  • Sindi Eka Tama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.37063/ak.v1i3.22

Keywords:

Preeklamsia, Prematur

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Surver Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 angka kematian neonatal (AKN) di Indonesia sebesar 19 kematian/ 1000 kelahiran hidup, angka kematian bayi (AKB) sebesar 32 kematian/1000 kehiran hidup. Dengan target Milenium Development Golds (MDGS) pada tahun 2015 AKB 15% per 1000 kelahiran hidup (SDKI, 2012). Diperkirakan terdapat 12.870 persalinan prematur per 1000 persalinan di seluruh dunia (9,6%), di Asia kelahiran prematur sebanyak 6.907 per 1000 kelahiran (9,1%). kejadian kelahiran prematur pada bayi di Kabupaten Bekasi tahun 2016. Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu bersalin yang mengalami preeklamsia dan yang tidak mengalami preeklamsia di RSUD Kabupaten Bekasi priode 2016 sebanyak 1079 responden. Analisis menggunakan univariat dan bivariate dangan uji chi square. Hasil Penelitian: Distribusi Ibu bersalin dengan Preeklamsia80 responden (33,3%) dan Prematur 65 responden (27,1%), dan hasil P value =0,00 yang artinya ada hubungan yang bermakna antara preeklamsi dengan kejadian persalinan prematur. Kesimpulan dan Saran:Didapatkan hubungan yang bermakna dengan jadian persalinan premature. Hendaknya tenaga kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dalam penyuluhan atau promosi kesehatan tentang pentingnya pengetahuan tanda bahaya pada ibu hamil dan risiko terjadinya persalinan premature.

Downloads

Published

2018-09-24